Dari Kota Kriminal Menuju Piala Dunia Rusia 2018

Di salah satu kawasan Negara Brasil, tepatnya di utara Sao Paulo terdapat sebuah kota kecil bernama Jardim Peri. Itu bukanlah sebuah kota yang ramah dan aman bagi anak-anak untuk tinggal.  Kriminalitas dan kekerasan seolah sudah menjadi tradisi dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat di kota tersebut.

Namun hidup dalam lingkungan yang keras tidak membuat seorang bocah menyerah pada mimpinya. Adalah Gabriel Jesus, putra bungsu dari seorang janda yang ditinggal mati suaminya pada sebuah kecelakaan mobil. Ia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bermain sepak bola di sebuah lapangan yang tandus tak jauh dari rumahnya. Tanpa sepatu, tanpa rasa takut akan kriminalitas, yang ada hanyalah tekad pantang menyerah dan sebuah mimpi untuk bermain di pentas tertinggi Piala Dunia.

Saat usianya menginjak tiga belas tahun, Gabriel bergabung di sebuah klub amatir bernama Associacao Atletica Anhanguera. Beberapa tahun kemudian, bakat yang dimiliki Gabriel tercium oleh pelatih akademi Palmeiras, dan langsung saja di rekrut oleh mereka. Di tahun pertamanya, Gabriel berhasil menunjukkan kemampuannya dengan menjadi top skor klub dengan mencetak 54 gol dari 48 pertandingan. Berkat penampilannya yang terus menanjak ia lalu di promosikan oleh tim senior Palmeiras. Bersama tim senior, sosok Gabriel semakin berkembang. Dalam 2 musim berkostum palmeiras, ia berhasil mencetak 28 gol dari 83 kali tampil di lapangan.

Pada Januari 2017,  ia diboyong oleh salah satu kesebelasan besar di Inggris, Manchester City. Perpindahan ini menjadi batu loncatan yang besar bagi karier seorang Gabriel. Hanya dalam semusim ia mampu menjelma menjadi sosok bintang muda di Inggris. Yang mana hal itu mengantarkannya pada mimpinya saat kecil, yaitu bermain di Piala Dunia Rusia 2018.

                Pelatih Timnas Brasil saat itu mengatakan, bahwa bakat yang dimiliki Gabriel membuatnya sulit untuk tidak diikutsertakan dalam ajang Piala Dunia Rusia 2018. Meskipun masih dalam usia yang relatif muda, banyak pihak yakin bahwa bakat dan sifat pekerja keras yang dimiliki Gabriel sejak kecil membuatnya  pantas untuk disandingkan dengan nama-nama tenar pesepakbola brasil lainnya yang turut bermain di pentas sepakbola tertinggi, Piala Dunia Rusia 2018.

Post Author: eddye

Leave a Reply

Your email address will not be published.