Pernah Dengar Konsep Sosia Kongnitif,Seperti Apahkah Konsep itu?

Pernah Dengar Konsep Sosia Kongnitif,Seperti Apahkah Konsep itu?

SCT dikembangkanoleh Albert Bandura,SCT sendiri memandang orang sebagai agen aktif yang keduanya mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkunga mereka. Komponen SCT sendiri adalah pembelajaran observasional yang bias disebut juga dengan proses pembelajaran perilaku yg diinginkan dan tidak diinginkan dg mengamati orang lain, kemudian mereproduksi perilaku yg dipelajari untuk memaksimalkan imbalan. Keyakinan individu pada efikasi diri mereka sendiri memengaruhi apakah mereka akan mereproduksi perilaku yang diamati atau tidak.
SCT sendiri didasarkan pada enam konstruksi yakni:
Determinisme Timbal Balik (Reciprocal Determinism) : interaksi dinamis antara orang dan perilaku.
Kemampuan Perilaku (Behavioral Capability): kemampuan aktual individu untuk melakukan perilaku yang sesuai
Observational Learning: mempelajari keterampilan baru atau sepotong pengetahuan dengan mengamati orang lain (dan berpotensi memodelkan mereka juga).
Reinforcement: respons eksternal terhadap perilaku individu yang mendorong atau menghambat perilaku tersebut.
Ekspektasi: konsekuensi yang diharapkan dari suatu perilaku.
Self-efficacy: kepercayaan diri seseorang pada kemampuannya untuk melakukan suatu perilaku (LaMorte, 2016)
Prinsip dari teori SCT dibedakan menjadi delapan yakni:
Asumsi tentang hakikat dan kemampuan manusia;
Lima kapabilitas kognitif dasar yang dimiliki manusia (symbolising, forethought, vicarious, self-regulatory dan self-reflective).
Proses interaksi antara manusia dan lingkungannya;
Cara manusia belajar perilaku (observational learning dan enactive learning);
Fungsi insentif sebagai sistem pengatur perilaku manusia;
Proses pembentukan self-efficacy dan fungsinya;
Fungsi tujuan (goal);
Aplikasi teori kognitif sosial dalam konseling.

Post Author: eddye

Leave a Reply

Your email address will not be published.